Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pascasarjana

Memakna Kontemporer

"..di Indonesia, kita mudah menyerah sebab tak betah bersusah payah untuk memahami sesuatu yang baru.."  - Sal Murgiyanto Kesulitan penerimaan masyarakat terhadap seni kontemporer bersumber pada ketidakinginterbukaan mereka terhadap pintu wawasan yang baru. Perihal kontemporer dianggap lebih mudah diterima oleh mereka yang cukup berpendidikan dan mau 'menelan' apa saja yang disajikan juga berani mengkritik. Masyarakat perkotaan misalnya, Sal mencontohkan. Saya menilik ke dalam diri sendiri, sebagai produser dan pengelola, Sal menasehati, bahwa kita harus pandai melihat pasar, dan memilah penikmat seni yang seperti apa yang akan mampu mencerna makna kontemporer yang dihadirkan dan bagaimana diinterpretasikan tanpa salah sasaran. Lebih jauh lagi, kita harus mahir menempatkan mana seni yang -hanya- ingin dinikmati, dan mana seni yang perlu disajikan ke hadapan masyarakat plural saat ini. Perlu disadari, bahwa target utama dari seni kontemporer itu adalah adanya ...