Postingan

Zahra Almaira Rachman

Gambar
  Telah dikatakan Jumat adalah hari terbaik Lalu di hari itu, aku bertemu denganmu perempuan yang cantik Bibirmu merah, bulu matamu lentik Semoga kelak akhlakmu menawan, kesucianmu tak terusik..   :')

Rumah yang Tak Ada

Bukankah kecewa adalah bagian dari makna setiap jiwa? Sebuah tempat yang tak punya tanda untuk siapa dia ada. Kemudian seperti awan awan di kota senja itu, mendiami sisik sisik daun yang enggan pulang karena sayang. Ada buih cinta yg pernah jatuh dari kedinginan musim yang tak bernama tapi setia. Di atas belanga belanga yang tak dijaga. Nila dibiarkan luntur dengan apa yang tak berwarna. Berdirilah dengan caramu. Biarkan itu terasa penuh dan sakit. Biarkan yang bahagia mengalir pada deras waktu yang tak pernah direncanakan sebelumnya. Kita tertinggal pada rasa bersalah yang tak perlu ditemukan dimana pintu maafnya. Karena semua tulus telah terangkat pada sore yang mencitai desau takdir sepasang kaki yang melangkah menuju entah. Cintai kita. Seperti kisah yang tak perlu disimpan pada ruang yang tak punya tanda untuk siapa dia ada.

A Little Note About Ichi

Gambar
    Aku bersyukur Allah mempertemukan kita dulu, lalu memisahkan, lalu mempertemukan kembali. Lewat kamu, Allah mengajariku banyak hal, Bagaimana merendah tanpa merasa direndahkan. Bagaimana menjadi kuat tanpa perlu dikuatkan. Bagaimana menjadi tulus dengan banyak kesabaran. Bagaimana cara membahagiakan dengan upaya-upaya kecil yang dimaksimalkan.   Terimakasih, karena telah menjadi pengingat dan penyemangat. telah menjadi contoh baik supaya aku jadi lebih baik. dan menjadi teman setia mencari jalan kasih sayang-Nya.   :') 

Sajak Segelas Susu.

Aku telah sangat siap menjadi bagian dari masa lalu Dari hangat matahari sore yang terasa tapi tak ada Seperti senyum senyum pekerja yang tak berlebihan, Hidup itu tak semudah memilih kursi untuk menikmati kudapan basabasi Bagaimana lagi harusnya aku berkisah Tentang cerita cerita tertinggal pada masa terpenggal Pada ruang yang tak sama yang tak bertitik temu Setelah sekian langkah. Seperti setumpuk gelas gelas kotor yang siap dicuci Semoga tak melekat sisa sisa ampas sakit hati Dan siapa tamu yang tak bahagia dengan rona senja Menghias dinding dinding kaca Sedang tersedia jarak dan rindu yang boleh dipesan menjadi doa Dan tak perlu diutarakan lagi amin-nya..

"Aku tak Jera" #2

Gambar
Always fall in love with every single expression of him.   "aku rela dikatakan buta, lantaran aku memang tidak melihat lagi suatu cacat pada yang aku cintai.." - Januari Jerami

Unknown.

Aku kira kita akan berdiskusi sedikit Tentang pertanyaan-pertanyaan standar "Kamu apa kabar?" "Lagi sibuk apa sekarang?" "Lucu deh gambar yang kamu pajang.." - Supaya kita bisa menyisipkan senyum sedikit Di antara getir seperti hari-hari terakhir - Tapi mungkin alineansi diri kita terlalu besar Tiba-tiba aku seperti rumah yang tak pernah dijamahi Sepintas datang lalu permisi Mungkin karena aku bukan tempat suci Aku layak tak dikenali lagi.

Penyambung (yang hidup)

Karena mungkin hidup sebenarnya adalah rahasia yg jawabannya ada di depan mata. Hanya kita enggan menemukannya dg cara yg ada. karena tersedia jalan jalan lain yang ingin kita coba satu persatu, entah di pintu mana kita bertemu. Kita belum percaya. Atau mungkin kita sudah terlalu takluk pada kecewa yang pernah berkuasa.   Lalu memafkan menjadi jalan untuk kita menjadi lebih kuat, lebih berani mendewasakan mimpi yang pernah dikandung bermalam malam terhujat. Pada doa doa yg terpaksa kita gugat, kita menyerahkan diri pada misteri yang semestinya kita syukuri.   Maka kehilangan adalah pelajaran -terbesar- .