Postingan

Media dan Paradoks Pemilu

Tulisan serius sekali-sekali. Untuk Para Politisi Karbitan.   Indonesia sedang menunggu waktu untuk melanjutkan sejarah pemerintahannya: sebuah peristiwa pergantian pemimpin negara. Dua nama telah dicalonkan, dua nama telah dikantongi untuk dipilih satu bulan lagi. Kampanye-kampanye pun dimulai dan menyebar secara drastis dan dramatis lewat media-media komunikasi yang ada. Koran, Majalah, Televisi, Radio, dan Internet. Iyaa INTERNET. Sejak Indonesia melek Internet, semuanya diakses dengan internet: tulang punggung informasi sekaligus alat propaganda masa kini.   Pada kondisi sekarang, masyarakat perkotaan seperti Jakarta tengah berada pada suatu era yang disebut dengan (saya ambil dari buku Pak Idi) istilah 'Keberlimpahan Komunikasi'. Semua informasi masuk dan keluar melampaui ambang batas. Dalam bukunya, yang berjudul Kritik Budaya Komunikasi, Pak Idi menjelaskan bahwa, era keberlimpahan komunikasi adalah suatu masa dimana muatan-muatan informasi mengalami TITIK JE...

Bukan Teman Biasa..

Terkadang kita harus membiasakan diri tidak diperhitungkan. Ikhlas itu gak kelihatan. Ikhlas itu bukan semacam najis yang sifatnya terlihat, terbaui dan terasa.   Terus kalau kita sedang 'gak ada' bukan berarti kita gak peduli. Bukan. Tpi kita juga perlu waktu untuk menyelesaikan sesuatu yang udah kamu selesaikan lebih dahulu. Yang waktu itu aku ada, kamu sedang tak ada. Karena definisi teman gak sesempit orang yang selalu ada di sebelah kita.   Teman adalah yang jika ada mereka, kita bahagia, dan saat mereka gak ada (di samping), kita doakan kebahagiaannya. Lalu, saat aku sedang tak -bisa- ada di sampingmu, bukan berarti aku tak ingin ikut bahagia denganmu. Tidak sependek itu. Teman adalah kumpulan kata dalam lembar-lembar essai, bukan sekedar dua baris kalimat dalam kartu ucapan.   Jadi, kalau waktu itu aku sengaja menjauhkan jalanku pulang, kalau waktu itu aku datang sekedar menemanimu makan, kalau hari itu aku berjalan berganti-ganti kendaraan untuk menje...

Untuk Maya

Gambar
When you try your best, but you not succed..  When you get what you want but not what you need.. When you feel so tired but you cant sleep.. Stuck in reverse... Aku melihat awan.. Mereka berjalan pelan-pelan.. Tak tahu kemana mereka akan pulang. Tapi mereka yakin, bahwa angin kelak menjadi takdir yang tak kan mengecewakan. Bahwa ada beban yang mereka tanggung, sampai tiba Waktunya mendung.. Seperti kita sore ini, Tak ada yg kita menangkan selain kenangan. Dan jatuh menjadi satu satu nya cara untuk menerima takdir bahwa getir hari ini pasti berakhir. Lalu kita sepakat mengasah doa, Menjadikannya belati paling tajam membunuh kecewa yg datang supaya tak jadi dendam.. And the tears come streaming down your face.. When you lose something you cant replace, When you love someone, but it goes to waste Could it be worse..? Tears stream.. Down your face When you lose something you cannot replace.. Tears stream.. Down your face And i... Kemudian kamu menangis...

Zahra Almaira Rachman

Gambar
  Telah dikatakan Jumat adalah hari terbaik Lalu di hari itu, aku bertemu denganmu perempuan yang cantik Bibirmu merah, bulu matamu lentik Semoga kelak akhlakmu menawan, kesucianmu tak terusik..   :')

Rumah yang Tak Ada

Bukankah kecewa adalah bagian dari makna setiap jiwa? Sebuah tempat yang tak punya tanda untuk siapa dia ada. Kemudian seperti awan awan di kota senja itu, mendiami sisik sisik daun yang enggan pulang karena sayang. Ada buih cinta yg pernah jatuh dari kedinginan musim yang tak bernama tapi setia. Di atas belanga belanga yang tak dijaga. Nila dibiarkan luntur dengan apa yang tak berwarna. Berdirilah dengan caramu. Biarkan itu terasa penuh dan sakit. Biarkan yang bahagia mengalir pada deras waktu yang tak pernah direncanakan sebelumnya. Kita tertinggal pada rasa bersalah yang tak perlu ditemukan dimana pintu maafnya. Karena semua tulus telah terangkat pada sore yang mencitai desau takdir sepasang kaki yang melangkah menuju entah. Cintai kita. Seperti kisah yang tak perlu disimpan pada ruang yang tak punya tanda untuk siapa dia ada.

A Little Note About Ichi

Gambar
    Aku bersyukur Allah mempertemukan kita dulu, lalu memisahkan, lalu mempertemukan kembali. Lewat kamu, Allah mengajariku banyak hal, Bagaimana merendah tanpa merasa direndahkan. Bagaimana menjadi kuat tanpa perlu dikuatkan. Bagaimana menjadi tulus dengan banyak kesabaran. Bagaimana cara membahagiakan dengan upaya-upaya kecil yang dimaksimalkan.   Terimakasih, karena telah menjadi pengingat dan penyemangat. telah menjadi contoh baik supaya aku jadi lebih baik. dan menjadi teman setia mencari jalan kasih sayang-Nya.   :') 

Sajak Segelas Susu.

Aku telah sangat siap menjadi bagian dari masa lalu Dari hangat matahari sore yang terasa tapi tak ada Seperti senyum senyum pekerja yang tak berlebihan, Hidup itu tak semudah memilih kursi untuk menikmati kudapan basabasi Bagaimana lagi harusnya aku berkisah Tentang cerita cerita tertinggal pada masa terpenggal Pada ruang yang tak sama yang tak bertitik temu Setelah sekian langkah. Seperti setumpuk gelas gelas kotor yang siap dicuci Semoga tak melekat sisa sisa ampas sakit hati Dan siapa tamu yang tak bahagia dengan rona senja Menghias dinding dinding kaca Sedang tersedia jarak dan rindu yang boleh dipesan menjadi doa Dan tak perlu diutarakan lagi amin-nya..