Postingan

Di Wedi Ombo

Gambar
Untuk Biya, anakku, Untuk Tiket.com, sarana menjelajah yang memudahkan setiap orang ( Tiket.com), Dan untuk kalian yang memaknai kehidupan lewat perjalanan. - Satu-satunya kemewahan yang bisa kuwariskan kepadamu, anakku, adalah bersyukur atas segala karya luar biasa Tuhan yang menenangkan hati kita. Hidup mungkin tak melulu tentang mengejar kesuksesan materi, tapi maknailah segala kegagalan sebagai perjalanan yang kan membawamu pada rasa baru bernama bahagia: sederhana. Aku selalu ingin memberitahumu tentang kota ini, Biya. Jogja. Kaki-kaki kecilmu kutuntun mengenal semua. Tentang segala harta yang masih diendapnya. Ombak. Pasir. Deru angin. Laguna. Batu-batu. Satu-satu kamu kan tahu. Nikmati saja sebagai pengganti senyum kakek nenek yang tak bisa kita temui setiap hari. Belajarlah dari sini. Dari alam yang memberikan banyak arti. Berlakulah dengan pekerti. Di situ kamu kan temukan surga yang tersembunyi. Seperti tempat ini, kukenalkan kamu dengannya, Wedi...

Sebuah Doa

Gambar
Kepadamu: Anak Perempuan Kami Yang Penyabar Aku terus menerka-nerka seperti apa kelak kau punya rupa Seperti sebuah riak, kau hanya berbahasa lewat gerak. Kutunggu itu. Setiap hari, Setiap pejam dan kejap yang berusaha pergi Yang membuat malam-malamku tak lagi sepi.

Tiga Huruf Bermakna Seribu: #IBU

Sebesar dan setua apapun anak, tetap aja akan menjadi seorang 'anak' di mata ibunya: yang terkesan masih butuh dibuatkan susu pagi, beberapa helai pakaian dicuci, beberapa cemilan dibeli, beberapa pekerjaan rumah dikerjakan, beberapa kebutuhan dicukupkan. Padahal semua itu telah sanggup sendiri kulakukan. - Bertahun-tahun kuhapal dan kujadikan pelajaran segala bentuk kekurangannya sebagai manusia biasa, tapi nyatanya aku tak pernah berhasil menyelami sebegitu dalam relung cintanya, yang -mungkin- pernah kurusak dengan rasa kecewa di hatinya, atau tak sadar kusakiti dengan lidah yang membelati membasahi dua pipinya. - Lalu, setelah 9 hari di perantauan menemani, ia pulang dengan maksud kembali lagi. Menyisipkan sedikit hartanya di bilah tanganku setelah memeluknya yang akan pamit pergi. Ibuku, bukan tipe orang yang senang mengumbar rasa sayang, tapi seberat apapun ia akan selalu berusaha membahagiakan.  - Sembilan bulan aku memapah jiwa baru di dalam badan, baru kin...

Tentang Kegelisahan

Tentu ini bukan mimpi yang biasa saja. Atau mungkin bisa biasa saja, tapi ini satu satunya mimpi –seingatku- yang mencampuradukkan pikiran gelisah dan rasa senang yang tak pernah kurasakan sebelumnya... Siang itu aku ada di suatu kota, yang kutau itu adalah pelataran menara tertinggi di kota Mekkah. Aku berjalan jalan di kota. Menemukan temanku sedang bercanda, dan orang-orang lain yang tak ku kenal. Tapi aku dalam keadaan yang amat sangat buruk dan kotor. Dadaku luka, perih, ketika aku berkaca ada sejumlah baret yang sangat tak enak dipandang mata. Aku memakai baju dengan potongan dada yang rendah. Tanpa jilbab sebagaimana hari-hari biasa. Aku berkaca, ada luka merah dan hitam yang mengering membuatku jijik dengan diriku sendiri. Malu, aku pergi meninggalkan tempat itu ke taman kota. Tiba-tiba aku mendengar suara tembakan dari arah kanan, seseorang membawa senapan laras panjang dengan pakaian tuxedo. Aku terbengong dengan rasa takut. Orang-orang berlarian kocar kacir. Ada t...

Semua Berubah Setelah Menikah

Awalnya, Aku berpikir bahwa aku akan menunda punya anak, menyelesaikan kuliah, bekerja sampai puas, lalu mengurus rumah. Kemudian, Aku pernah berencana, aku akan menyisihkan sedikit uang untuk jalan-jalan berdua, berbelanja online sesuka hati. Pun aku bertekad untuk mengurus rumah tangga sendiri, aku akan jadi sekuat ibu. Iya, begitu. Tapi, Semua berubah setelah menikah.. Bahwa mengandung, berarti aku memberikan sedikit kesempatan keturunanku berjumpa dengan siapa cikal bakalnya. Bahwa sedikitnya aku mengganti kesedihan mertuaku yang 'kehilangan' anak lelakinya, dengan manusia kecil baru yang akan membesarkan lagi cinta mereka. Ya, semua berubah setelah menikah. Bahwa berjalan-jalan bersama keluarga ditambah sesosok belahan jiwa adalah hal yang lebih membahagiakan ketimbang jalan berdua. Bahwa aku tak juga kehilangan waktu 'berdua' ketika berada di tengah mereka. Bahwa tawaku bisa lebih pecah, sukaku nyatanya lebih membuncah.. Percayalah, se...

Perawan

Untuk Bundo Setelah ini tak akan ada lagi drama. Semua kupastikan sirna. Ingatkan ini nanti, kelak aku akan menagihnya dalam hati. Aku mungkin akan meminta maaf, perihal lupa, perihal salah dimana pijakanku lama terbenam. Sendiri aku besar, setiap hitam pernah kukenakan. Tapi siapa yang ingin mati dengan rasa khilaf yang tak bisa diobati? Aku rasa tak ada. Kecuali pesakitan yang tak lagi punya harapan. Aku ingin mereka tau aku berbeda. Sedikit egois, banyak candanya. Sejuta teman, banyak cacatnya. Tapi pasti ada dia di sana yang akan menjadi lentera. Tentang sebuah penerimaan yang tak bisa biasa saja. Selain Ibu yang memaklumi segala buruk ku, yang menyediakan ruang untukku berketurunan.  Aku percaya Tuhan Maha Memaafkan, soal keyakinanku sebagai perawan, soal banyak bedak dan gincu yang kusimpan. Begitupun soal kamu yang sedari tadi mendengarkan.  Aku tau kamu akan menjaga, karena itu aku percaya. 

Memakna Kontemporer

"..di Indonesia, kita mudah menyerah sebab tak betah bersusah payah untuk memahami sesuatu yang baru.."  - Sal Murgiyanto Kesulitan penerimaan masyarakat terhadap seni kontemporer bersumber pada ketidakinginterbukaan mereka terhadap pintu wawasan yang baru. Perihal kontemporer dianggap lebih mudah diterima oleh mereka yang cukup berpendidikan dan mau 'menelan' apa saja yang disajikan juga berani mengkritik. Masyarakat perkotaan misalnya, Sal mencontohkan. Saya menilik ke dalam diri sendiri, sebagai produser dan pengelola, Sal menasehati, bahwa kita harus pandai melihat pasar, dan memilah penikmat seni yang seperti apa yang akan mampu mencerna makna kontemporer yang dihadirkan dan bagaimana diinterpretasikan tanpa salah sasaran. Lebih jauh lagi, kita harus mahir menempatkan mana seni yang -hanya- ingin dinikmati, dan mana seni yang perlu disajikan ke hadapan masyarakat plural saat ini. Perlu disadari, bahwa target utama dari seni kontemporer itu adalah adanya ...