Kidung.

Ternyata, begini rasanya berpura-pura kuat. seperti menelan batu-batu bulat, lalu di ujung paru dia tersumbat. sedang malam mulai menjadi musuh yang paling nyata terlihat.

Semakin kita terbahak, semakin kita tersedak.

Dan kamu, si lelaki hebat yang -dengan lapang- merubah predikat. Adakah kamu juga rasakan rindu ini justru semakin dahsyat..? . Yang mengajarkan aku menertawakan air mata kita. Yang membuat ini terasa sederhana. Yang membuat aku berhenti meratap di malam malam durja.. Adakah kamu sehat di sana..?

Nanti, kalau kita jatuh cinta lagi, dan kamu telah bersama aku yang lain lagi, ketahuilah aku -sangat- meminta maaf sejak hari ini.



: Untuk kamu, yang pasti ada dalam persembahan kelulusanku. Terimakasih banyak..







Komentar