Tempat Tertinggi

Yang kita butuhkan hanyalah ruang untuk terpejam.
Sebuah kamar, yang menghadap awan.

Kita berdiri di sana.
Berlatih untuk sebuah kompetisi basa basi.
Ditemani jemuran, sebuah colokan, sedikit camilan,
dan sekelumit candaan (yang tak ada habisnya).
Menertawai apa saja yang terlintas.
Mengganggu konsentrasi yang tidak tuntas.
Karena -mungkin- kita sudah terlalu bosan mengeluh,
Terlalu rela membiarkan sesal berlari jauh.
Terlalu kenyang dengan rasa syukur yang
jadi penawar paling ampuh.

Lalu cahaya matahari pagi itu mampir
Membuat bayanganmu serupa bagian dari karya yang tak kita duga.
Bahwa hangat di tempat sesederhana ini yang membuat kita tidur nyenyak.
Jauh, dari tempat kita biasa melambungkan mimpi
di udara yang kita hirup sehari hari. Kita sepakat akan merindukan tempat ini.

#RoofTop sebuah hotel.

Semarang, 2014

Komentar

  1. hahahah kangen becandaan lagi tih. apaan bgt ya yg dikangenin becandanya :|

    BalasHapus

Posting Komentar