Semua Berubah Setelah Menikah

Awalnya,
Aku berpikir bahwa aku akan menunda punya anak, menyelesaikan kuliah, bekerja sampai puas, lalu mengurus rumah.

Kemudian,
Aku pernah berencana, aku akan menyisihkan sedikit uang untuk jalan-jalan berdua, berbelanja online sesuka hati. Pun aku bertekad untuk mengurus rumah tangga sendiri, aku akan jadi sekuat ibu. Iya, begitu.

Tapi,
Semua berubah setelah menikah..

Bahwa mengandung, berarti aku memberikan sedikit kesempatan keturunanku berjumpa dengan siapa cikal bakalnya. Bahwa sedikitnya aku mengganti kesedihan mertuaku yang 'kehilangan' anak lelakinya, dengan manusia kecil baru yang akan membesarkan lagi cinta mereka.

Ya, semua berubah setelah menikah.
Bahwa berjalan-jalan bersama keluarga ditambah sesosok belahan jiwa adalah hal yang lebih membahagiakan ketimbang jalan berdua. Bahwa aku tak juga kehilangan waktu 'berdua' ketika berada di tengah mereka. Bahwa tawaku bisa lebih pecah, sukaku nyatanya lebih membuncah..

Percayalah, semua berubah setelah menikah..
Bahwa ternyata bahagia bisa jadi lebih sederhana dari apa yang sejatinya sudah sederhana. Kamu akan semakin melihat betapa lemahnya kamu ketika seharian belajar dan membersihkan rumah, lalu di malam hari ada yang membayar semua itu dengan sekedar mencuci piring menggantikanmu yang sudah terlelap. Terkadang ada yang rela terbangun dari tidurnya, membersihkan muntahan -tidak sengaja mu- yang terberai dimana-mana. Bahwa ada seseorang yang telah lelah bekerja tapi tak marah saat di rumah kamu belum memasak apa-apa..

Semua memang berubah setelah menikah,
dan tak ada lagi yang bisa ku keluhkan, selain bersyukur karena-Nya..


Yogyakarta, 2016.

Komentar